IMUNISASI DPT, EFEK SAMPING DAN KONTRA INDIKASI

IMUNISASI DPT, EFEK SAMPING DAN KONTRA INDIKASI

wp-1513215542194..jpg

DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanusImunisasi DPT adalah salah satu jenis bentuk vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita. Imunisasi DPT adalah singkatan dari imunisasi Difteri, Petusis, dan Tetanus, merupakan upaya untuk menimbulkan / meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus dengan cara memasukkan vaksin DPT ke dalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan zat anti terhadap ketiga kuman tersebut, dan apabila suatu saat nanti terpajan dengan ketiga penyakit tersebut anak tidak akan menjadi sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematianOleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan. Sebelum memberikan imunisasi ini kepada anak Anda, sebaiknya diketahui lebih lanjut informasi seputar pemberian imunisasi dan efek sampingnya. Difteri merupakan penyakit pada selaput lendir pada hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan lumpuh dan gagal jantung jika dibiarkan.

Sedangkan pertusis yang lebih dikenal batuk rejan adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan batuk parah. Jika anak di bawah satu tahun terkena penyakit ini, kemungkinan dapat terjadi pneumonia, kerusakan otak, kejang, bahkan kematian. Sementara tetanus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kejang, serta kekakuan otot. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Berbeda dengan difteri dan pertusis yang menular, tetanus tidak ditularkan dari orang ke orang.

Vaksin DPT

  • Vaksin DPT Vaksin DPT merupakan vaksin yang berisi komponen kuman difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan dimatikan.
  • Vaksin DPT generik disediakan di Puskesmas dan diberikan secara gratis. Namun vaksin ini terkadang menyebabkan bayi demam sekitar 3 hari sehingga pemberian vaksin ini disertai dengan pemberian obat penurun panas.
  • Selain vaksin DPT generik, tersedia juga kombinasi vaksin DPT dan Hepatitis B yang biasa dikenal sebagai imunisasi DPT Combo. Saat ini program pemerintah terbaru terkait pemberian imunisasi DPT adalah penggunaan vaksin kombinasi yang dikenal sebagai vaksin Pentavalent yang merupakan gabungan vaksin DPT-Hepatitis B ditambah vaksin Haemophillus Influenza type b (Hib), yang memberikan perlindungan terhadap lima penyakit sekaligus.\
  • Imunisasi DPT tidak panas, yang tidak menyebabkan demam atau jika demam pun hanya ringan sekali. Imunisasi DPT tanpa demam ini mengandung bakteri pertusis yang aselular, oleh karena itu singkatannya menjadi DP(a)T, tetapi harga vaksin DP(a)T ini lebih mahal dibanding harga vaksin DPT biasa. Vaksin Difteri Tdap dan Td Vaksin difteri jenis Tdap (tetanus, difteri dan aselular pertusis) dan Td (tetanus dan difteri) merupakan jenis vaksin lanjutan yang diberikan setelah anak mendapat serangkaian vaksinasi awal (DTaP atau DT) secara lengkap.

wp-1513215124172..jpg

Jadwal Imunisasi

DPT Setelah pemberian imunisasi DPT yang pertama, tubuh belum memiliki kadar antibodi protektif terhadap difteri, pertusis, dan tetanus. Tubuh baru akan memiliki kadar antibodi protektif setelah mendapatkan imunisasi sebanyak tiga kali. Oleh karena itu jadwal imunisasi  DPT dasar diberikan tiga kali, yaitu :

  • Imunisasi DPT 1 pada saat anak berumur 2 bulan Imunisasi DPT 2 pada saat anak berumur 3 bulan
  • Imunisasi DPT 3 pada saat anak berumur 4 bulan
  • Jadwal Imunisasi DPT ulangan diberikan sebanyak dua kali, yaitu
  1. Imunisasi DPT ulangan 1 pada satu tahun setelah  imunisasi DPT 3
  2. Imunisasi DPT ulangan 2 pada saat anak usia prasekolah (5 tahun)

Perhatikan beberapa kondisi anak Anda sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya Anda tunggu hingga keadaan anak membaik.  Jangan berikan imunisasi selanjutnya jika anak Anda memiliki kondisi seperti:

  • Setelah 7 hari mendapatkan suntikan, anak mengalami gangguan pada sistem saraf atau otak.Muncul alergi yang cukup mengancam nyawa setelah anak mendapatkan imunisasi.

Segera periksakan ke dokter bila setelah imunisasi, anak Anda mengalami:

  • Demam di atas 40 derajat Celcius
  • Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam
  • Anak mengalami kejang atau pingsan.

Jika ditemukan bahwa anak Anda menunjukkan reaksi yang buruk terhadap vaksin pertusis, biasanya dokter akan memberikan imunisasi TD dan menghentikan pemberian imunisasi DPT.

wp-1513215092897..jpg

Efek samping dari imunisasi DPT yang dapat muncul antara lain:

  • Demam ringan
  • Bengkak pada bagian suntikan
  • Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
  • Anak terlihat lelah
  • Anak menjadi rewel

Efek samping tersebut biasanya akan terjadi pada satu hingga tiga hari setelah pemberian vaksin. Sebaiknya gunakan ibuprofen atau acetaminophen (parasetamol) untuk meredakan demam anak Anda. Hindari obat yang mengandung aspirin karena pada sebagian kasus menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa mengancam nyawa anak, yaitu kerusakan hati dan otak. Walau sangat jarang terjadi, pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan kejang, koma, dan kerusakan otak.

Dengan memberikan imunisasi yang lengkap pada anak maka Anda telah memberikan perlindungan kepada anak dari beberapa penyakit berbahaya. Ingat baik-baik kapan jadwal imunisasi anak Anda dan konsultasikan kepada dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan setelah pemberian imunisasi.

wp-1513215301479..jpg

  • Terdapat beberapa kontra indikasi terhadap imunisasi DPT 1 yaitu kejang, gejala kelainan otak, atau gejala kelainan saraf serius lainnya pada bayi baru lahir, dimana keadaan tersebut merupakan kontraindikasi terhadap komponen pertusis, sehingga vaksin DT harus diberikan sebagai pengganti DPT. Anak yang mengalami reaksi alergi terhadap komponen vaksin, atau mengalami efek samping berat terhadap dosis vaksin kombinasi DPT pada saat imunisasi DPT 1 merupakan kontraindikasi absolut terhadap imunisasi DPT berikutnya. Jika bayi mengalami demam setelah imunisasi, kita tidak perlu panik karena demam akan turun dalam waktu yang tidak lama.
  • Jika terjadi demam pakaikan pakaian yang tipis, beri obat penurun panas dan kompres dengan air hangat. Jika demam memberat dan menetap, atau jika orang tua merasa khawatir, segera bawa bayi ke dokter atau petugas kesehatan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s