Serumen atau Kotoran Telinga, Cara Membersihkan Di Rumah atau di Dokter THT

Serumen atau Kotoran Telinga, Cara Membersihkan Di Rumah atau di Dokter THT

Perlu diketahui bahwa setiap hari telinga kita memproduksi kotoran yang disebut serumen. Serumen atau kotoran telinga berbentuk seperti cairan lilin yang lengket dan berwarna kuning yang merupakan hasil sekresi dari kelenjar seruminosa di liang telinga. Serumen prop atau sumbatan serumen adalah kondisi tersumbatnya telinga oleh kotoran telinga (serumen) yang telah menggumpal keras dan membatu.

Serumen berfungsi untuk melapisi kulit liang telinga dan melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Pada kondisi tertentu, serumen (kotoran telinga) dapat menggumpal dan mengeras membatu membentuk sumbatan serumen atau serumen prop. Adanya rambut halus pada dinding dalam telinga dan gerakan mulut saat mengunyah dapat membuat kotoran telinga keluar sendiri dan menguap. Bila proses penguapan tidak berjalan sempurna, maka sebagian kotoran telinga yang telah keluar tadi akan berkumpul di ujung paling luar dari lubang telinga. Kumpulan kotoran telinga pada ujung luar lubang telinga inilah yang perlu dan boleh dibersihkan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, setiap hari kotoran telinga (serumen) akan diproduksi oleh kelenjar seruminosa. Kotoran telinga (serumen) sebenarnya diperlukan dan berfungsi sebagai pelindung terhadap ancaman masuknya binatang ke dalam telinga. Kotoran telinga (serumen) ini rasanya sangat pahit dan lengket. Sehingga bila ada binatang (semut misalnya) yang masuk ke dalam telinga, binatang tersebut akan mati keracunan atau lengket menempel pada serumen dan tidak bisa masuk ke dalam telinga.

Bila kotoran telinga tidak ada atau bersih sama sekali, maka binatang akan mudah masuk dan merusak gendang telinga. Rusaknya gendang telinga akan menimbulkan dampak yang cukup fatal, yaitu bisa menimbulkan ketulian. Itulah sebabnya mengapa kita sebaiknya tidak perlu terlalu sering membersihkan kotoran telinga (serumen), apalagi sampai mengorek-ngoreknya terlalu dalam. Bagaimanapun, serumen (kotoran telinga) tetap diperlukan untuk melindungi telinga dan indera pendengaran kita. Gumpalan serumen prop akan menghalangi udara masuk ke dalam telinga sehingga membuat pendengaran menurun.

Cara Pengeluaran kotoran telinga

  • Tahapan pertama adalah dengan pemberian obat tetes pelunak selama 5 hari berturut-turut. Pemberian obat tetes pelunak tersebut bisa dilakukan sendiri di rumah, namun tetap harus atas sepengetahuan dokter.
  • Obat tetes pelunak yang bisa digunakan misalnya adalah larutan H2O2. Tapi, tidak semua orang bisa cocok menggunakan larutan H2O2 untuk melunakkan kotoran telinganya. Bila tidak cocok, bisa timbul iritasi. Oleh karena itu, penggunaan obat larutan H2O2 untuk telinga sebaiknya harus atas petunjuk dan sepengetahuan dokter.
  • Hal penting lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah, jangan menggunakan air untuk melunakkan gumpalan serumen prop. Gumpalan serumen prop sulit diencerkan hanya dengan air. Selain itu, air yang sudah masuk kemungkinan akan terperangkap di dalam telinga dan sulit keluar. Dampaknya, pendengaran jadi semakin tidak nyaman dan tambah sering berdengung.
  • Setelah kotoran telinga melunak, dilakukan pengeluaran dengan penyedotan atau pengeluaran dapat juga dilakukan dengan cara disemprot dengan air. Teknik penyemprotan dengan air hanya dapat dilakukan pada mereka yang tidak memiliki riwayat gendang telinga pecah.
  • Setelah serumen prop berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop tetap harus kontrol ke dokter. Kontrol pertama dilakukan sebulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, kontrol kedua dilakukan dua bulan dari waktu kontrol pertama, dan kontrol ketiga dilakukan dengan jarak tiga bulan dari waktu kontrol kedua.
  • Selama 6 bulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop masih harus berada dalam pengawasan dokter. Hal ini penting dilakukan karena dampak dari kasus serumen prop bisa membuat rambut halus di telinga rontok (habis) dan terjadi penebalan dinding dalam telinga. Dengan perawatan selama 6 bulan, diharapkan rambut halus telinga tumbuh kembali dan dinding kulit yang menebal bisa mengelupas.

Tips Merawat dan Membersihkan Telinga

  • Membersihkan telinga sendiri masih tergolong aman jika Anda hanya membersihkan bagian luarnya saja. Saluran dan gendang telinga merupakan bagian yang sangat sensitif. Jadi, jika ingin membersihkan kotoran bagian dalam, disarankan untuk mengunjungi dokter THT
  • Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu terjadi secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang cukup lama, sehingga sering kali kita tidak menyadarinya.
  • Bersihkan kotoran telinga yang terlihat saja. Tidak perlu membersihkan telinga sampai ke bagian dalam-dalam, apalagi sampai dikorek-korek dalam-dalam karena justru bisa membuat kotoran telinga (serumen) semakin terdorong ke dalam.
  • Bila memang ingin membersihkan telinga, lakukan perlahan (pelan-pelan) menggunakan alat khusus untuk membersihkan telinga, yaitu cutton buds.
  • Hindari membersihkan telinga dengan peniti atau benda lain yang keras dan tajam.
  • Organ-organ yang ada di dalam telinga sangatlah sensitif. Membersihkan telinga dengan peniti atau benda lainnya yang keras dan tajam dikhawatirkan akan menimbulkan luka dan peradangan pada telinga. Kondisi peradangan itu bisa menimbulkan rasa sakit dan bila dibiarkan bisa menjalar ke gendang telinga sehingga menyebabkan timbulnya gangguan pendengaran.

3 Cara Pembersihan Teliga Oleh Dokter THT

  • Irigasi Telinga Cara ini merupakan cara yang efektif dan paling tidak menyakitkan dalam membersihkan telinga. Pada proses pembersihan ini, dokter akan membersihkan telinga dengan menggunakan pompa elektrik yang dapat memompa keluar kotoran di dalam telinga Anda.  Dalam prosedur ini, dokter THT akan menggunakan air atau campuran air dan larutan saline (garam murni) yang disemprotkan ke dalam telinga untuk membersihkan kotoran.
  • Microsuction Cara lain dalam membersihkan telinga yang dapat dilakukan oleh dokter adalah dengan metode microsuction. Sama dengan irigasi telinga, microsuction juga tidak menyakitkan. Untuk melakukan metode ini, dokter biasanya akan menggunakan alat khusus yang dapat menyedot kotoran telinga.
  • Aural Toilet Metode ini dilakukan menggunakan alat bantu khusus dengan lingkaran kecil di bagian ujung dalam membersihkan kotoran telinga.



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s