Gigi Bungsu Geraham Nyeri, Penyebab dan Penanganan

Gigi Bungsu Geraham Nyeri. Gejala dan Penanganannya

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga atau gigi geraham terakhir yang tumbuh di pengujung usia belasan tahun atau awal usia dua puluh tahunan. Masalah yang umumnya terjadi pada gigi bungsu adalah pertumbuhannya yang tidak sempurna karena keterbatasan ruang gusi yang bisa ditempati gigi bungsu. Akibatnya, gigi bungsu tumbuh secara terhimpit atau hanya tumbuh sebagian saja. Kondisi ini menimbulkan gejala rasa nyeri atau tidak nyaman

Hampir 90% dari kita mungkin mempunyai gigi geraham bungsu atau yang lebih dikenal dengan istilah gigi tidur. Karena letak gigi geraham bungsu sangat ujung sekali yaitu di rahang bawah kanan kiri dan rahang atas kanan kiri, maka gigi ini disebut gigi geraham bungsu. Pada umumnya, gigi geraham bungsu tumbuh pada usia sekitar 17-21 tahun. Gigi yang disebut gigi impacted dalam bahasa kedokteran ini mempunyai banyak dampak bagi para penderitanya, namun kebanyakan orang tidak menyadari dan mengetahui secara jelas ciri dan dampak dari gigi geraham bungsu tersebut.

Selain rasa nyeri, posisi pertumbuhan gigi bungsu yang tidak sempurna juga menyebabkan gigi bungsu sulit dibersihkan sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya penimbunan plak. Plak tersebut berasal dari bakteri atau sisa makanan yang terselip di sisi-sisi gigi bungsu. Kondisi seperti ini cenderung memicu masalah pada gigi. seperti, pembusukan gigi, perikoronitis (infeksi pada jaringan lunak di sekitar gigi), abses gigi, dan selulitis (infeksi lapisan dalam yang menyerang  tenggorokan, lidah, serta pipi). Selain itu, meski jarang sekali terjadi, penimbunan plak juga berisiko menyebabkan kista dan tumor pada gusi.

Masalah pertumbuhan gigi bungsu tersebut dapat ditangani dengan pengobatan maupun tindakan pencabutan gigi bungsu. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada gigi. Sedangkan tindakan pencabutan gigi bungsu  dilaksanakan jika  pengobatan belum dapat mengatasi masalah pada gigi atau gusi.Tindakan pencabutan gigi bungsu ini perlu dilanjutkan dengan perawatan pasca tindakan dan pencegahan terjadinya komplkasi.

1494627841043_crop_946x128

  • Sakit di bagian bawah telinga.
  • Telinga terasa mendengung.
  • Rahang menjadi kaku sehingga tidak bisa membuka mulut dengan lebar.
  • Rasa nyeri pada mulut bagian belakang, yaitu wilayah di belakang gigi geraham bungsu. Nyeri ini meningkat secara bertahap seiring dengan keluarnya gigi bungsu tersebut.
  • Adanya kemerahan, lunak atau bengkak yang ada di sekitar gigi geraham bungsu yang akan tumbuh ini. Jika tumbuh di bagian rongga mulut dan tidak mengakibatkan nyeri dan berlubang, gusi sehat serta kebersihan mulut baik maka kemungkinan jenis gigi ini tidak perlu dicabut atau ditangani.
  • Dampak yang dapat dirasakan penderita yang memiliki gigi geraham bungsu
  • Gigi-gigi depan lainnya akan lebih berantakan karena terdesak oleh gigi geraham bungsu tersebut.
  • Sering migrain/ sakit kepala.
  • Tumor gigi. Tumor gigi merupakan dampak yang paling fatal apabila gigi geraham bungsu tidak segera dicabut/ dioperasi kecil.

wp-1494628050998.

  • Diagnosis untuk menentukan tindakan penanganan masalah gigi bungsu diawali dengan pemeriksaan fisik, terutama posisi gigi bungsu. Pemeriksaan tersebut perlu ditunjang dengan pemeriksaan rontgen pada gigi guna melihat citra gigi secara lebih detail.
  • Masalah yang terjadi pada gigi, seperti pembusukan gigi, perikoronitis, abses gigi,atau kista dan tumor pada gusi perlu ditangani dengan pemberian cairan pembersih antiseptik dan obat antibiotik  Pengobatan ini umumnya dapat mengatasi masalah yang terjadi pada gigi dan gusi. Namun jika masalah gigi bungsu masih mengganggu, maka dapat dilakukan tindakan pencabutan gigi bungsu.

1494627841043_crop_916x138

  • Pencabutan/ operasi kecil. Sebelum dicabut, gigi umumnya akan difoto terlebih dahulu dengan sinar X untuk mengetahui bentuk, posisi dan kedalaman gigi.

  • Pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun kadang-kadang juga dilakukan dengan bius total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan secara profesional oleh dokter spesialis bedah mulut atau dokter gigi yang bisa menangani, mengingat komplikasi yang mungkin timbul saat dan setelah pencabutan. Operasi kecil gigi geraham bungsu pada umumnya pasti berhasil dan tidak berbahaya dengan proses penyembuhan selama 5-10 hari setelah operasi.

  • Prosedur pencabutan didadului dengan pemberian anastesi lokal di sekitar gusi tempat gigi bungsu berada. Pencabutan gigi bungsu dapat dilakukan dengan memotong sebagian kecil dari gusi atau memotong gigi bungsu menjadi potongan lebih kecil sebelum dicabut. Prosedur pencabutan gigi bungsu membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
  • Pasca pencabutan gigi bungsu, beberapa efek samping seperti nyeri, wajah dan mulut menjadi bengka, mulut terasa geli, serta rahang terasa kaku. Pada masa ini, dianjurkan menghindari aktifitas berat selama beberapa hari, tidak merokok atau menghindari minuman beralkohol,  mengonsumsumsi makanan yang lembut atau cair, serta mengonsumsi  obat pereda sakit seperti ibuprofen atau parasetamol jika dirasa perlu. Upaya tersebut bertujuan meredakan rasa nyeri dan tidak nyaman serta mempercepat pemulihan. Masa pemulihan ini memerlukan waktu sekitar dua minggu.

Penanganan Setelah pencabutan Gigi

  • Hindari berkumur atau menggosok gigi selama 24 jam setelah operasi.
  • Setelah 24 jam, menggosok gigi dapat dilakukan dengan hati-hati, terutama di daerah operasi.
  • Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik, minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila sakit mereda.
  • Makan dan minumlah seperti biasanya. Hindari berdiet, karena makan dan minum yang cukup sangat penting untuk proses penyembuhan.
  • Pada hari-hari setelah hari operasi, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu yang dapat mempercepat penyembuhan.
  • Membiasakan diri sejak kecil untuk mengunyah makanan dapat mengurangi kemungkinan munculnya gigi geraham bungsu pada saat dewasa. Oleh karena itu, biasakanlah diri mengunyah makanan sejak kecil dan kenali ciri-ciri munculnya gigi geraham bungsu. Apabila sudah terlihat ciri-ciri tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter gigi/ spesialis bedah mulut dan lakukan operasi kecil sesegera mungkin.

KOMPLIKASI

  • Komplikasi yang umummnya terjadi pasca prosedur medis adalah perdarahan dan Infeksi. Tanda yang ditunjukkan dari komplikasi ini adalah perdarahan yang berlebihan dari lokasi tindakan, keluar carian berwarna kuning atau putih, nyeri atau bengkak yang terus menerus, serta demam.
  • Komplikasi yang biasa terjadi pasca tindakan pencabutan gigi bungsu adalah tidak ada bekuan darah pada rongga ggigi atau bekuan darah terlepas dari ronga gigi. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut alveolar osteitis, Akibatnya pasien  merasakan nyeri hebat pada rahang atau gusi. Kondisi tersebut juga menimbulkan  bau atau rasa yang tidak enak dari  rongga gigi yang kosong. Komplikasi ini dapat terjadi sekitar tiga hingga lima hari pasca pencabutan gigi bungsu,
  • Komplikasi lain yang dapat muncul adalah cedera saraf. Hal ini ditunjukkan dengan rasa nyeri, kesemutan, atau kebas pada lidah, bibir, gusi, dan pipi. Kondisi  tersebut dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, seperti saat makan atau minum. Namun komplikasi seperti ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa minggu pasca pencabutan gigi bungsu.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s