Daftar Obat Pilek dan Decongestan dan Efek Sampingnya

wp-1504759397829.Daftar Obat Pilek dan Decongestan dan Efek Sampingnya

Dekongestan adalah obat yang bisa digunakan untuk meredakan kongesti nasal atau hidung tersumbat yang umumnya disebabkan oleh: Flu, Pilek, Sinusitis dan Alergi. Dekongestan hidung bekerja dengan menimbulkan venokonstriksi (penyempitan pembuluh vena) dalam mukosa hidung sehingga mengurangi volume mukosa dan akhirnya dapat mengurangi penyumbatan hidung.

Cara menggunakan dekongestan tergantung dari produknya. Ada yang dihirup dan ada juga yang diminum. Dekongestan hirup adalah yang paling umum digunakan. Dekongestan bekerja dengan cara meredakan pembengkakan pembuluh darah di dalam hidung yang disebabkan oleh kondisi-kondisi yang disebutkan di atas sehingga saluran napas menjadi terbuka dan napas menjadi lega. Obat pilek sebaiknya hanya digunakan pada pilek yang tidak dapat diatasi dengan terapi non obat. Pilek dapat diatasi dengan dekongestan yang digunakan untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat atau mampet sehingga pengobatan ini disebut simtomatik.

Dekongestan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Dekongestan Sistemik, seperti pseudoefedrin, efedrin, dan fenilpropanolamin. Dekongestan sistemik diberikan secara oral (melalui mulut). Meskipun efeknya tidak secepat topikal tapi kelebihannya tidak mengiritasi hidung.
  • Dekongestan Topikal, digunakan untuk rinitis akut yang merupakan radang selaput lendir hidung. Bentuk sediaan dekongestan topikal berupa balsam, inhaler, tetes hidung atau semprot hidung.Dekongestan topikal (semprot hidung) yang biasa digunakan yaitu oxymetazolin, xylometazolin yang merupakan derivat imidazolin.Karena efeknya dapat menyebabkan depresi Susunan saraf pusat bila banyak terabsorbsi terutama pada bayi dan anak-anak, maka sediaan ini tidak boleh untuk bayi dan anak-anak.
  • Golongan kortikosteroid seperti beclomethasone dipropionate, budesonide, fluticasone propionate, momethasone furoate dan triamcinolone acetonide da dari golongan antihistamin yaitu azelatine HCl.
  • Obat hidung lainnya yang digunakan untuk mengatasi permasalahan pada hidung adalah beclomethasone dipropionate,

Ketahui Penyebab Pilek

  • Sebelum memutuskan untuk mencari pengobatan, sebaiknya dicari dahulu penyebab pilek tersebut. Untuk pilek yang disebabkan oleh alergi sebaiknya menghindari zat penyebab alergi tersebut.
  • Dalam mencari tahu penyebab pilek, anda bisa mencari pertolongan dokter.
  • Untuk pemilihan dekongestan yang tepat sebaiknya anda memeriksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Contoh-contoh dekongestan yang beredar di Indonesia adalah

  1. Oxymetazoline
  2. Pseudoephedrine
  3. Ephedrine
  4. Ipratropium bromide
  5. Phenylephrine.

Tentang Dekongestan

Golongan Pelega pernapasan
Kategori Obat resep
Manfaat Meredakan hidung tersumbat yang disebabkan oleh flu, pilek, sinusitis, atau alergi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas.
Bentuk obat Obat hirup, kapsul, tablet, sirup, bubuk

Peringatan:

  • Dekongestan sistemik harus digunakan secara hati-hati pada penderita hipertensi, pria dengan hipertrofi prostat dan lanjut usia. Hal ini disebabkan dekongestan memiliki efek samping sentral sehingga menimbulkan efek samping takikardia (frekuesi denyut jantung berlebihan), aritmia (penyimpangan irama jantung), peningkatan tekanan darah atau stimulasi susunan saraf pusat.
  • Penggunaan dekongestan topikal dilakukan pada pagi dan menjelang tidur malam, dan tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24 jam. Dekongestan topikal yang berupa tetes hidung digunakan dengan cara meneteskan obat ini ke dalam hidung secara hati-hati. Perhatikan bahwa tetesan obat harus tepat pada lubang hidung, jumlah tetesan tepat dan tidak mengalir keluar atau tertelan. Pemakaian obat tetes hidung ini jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, pemakaian dekongestan hanya jika dianjurkan oleh dokter.
  • Dekongestan tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia enam tahun ke bawah.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan jantung, gangguan sirkulasi, hipertensi, diabetes, pembengkakan prostat, glaukoma, dan hipertiroidisme.
  • Jangan menggunakan dekongestan bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan. Salah satu contohnya adalah peningkatan tekanan darah apabila dekongestan digunakan bersamaan dengan obat penghambat monoamin oksidase (obat antidepresan).
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan dekongestan, segera temui dokter.

Dosis Dekongestan

  • Dosis dekongestan berbeda-beda tergantung dari cara pemakaian atau usia penderita. Untuk jenis dekongestan hirup, dosis yang dianjurkan biasanya 5-7 kali sehari. Dekongestan hirup tidak boleh digunakan lebih dari tujuh kali dalam sehari. Terapi dekongestan diberikan paling lama seminggu. Pemakaian dekongestan yang lebih dari 1 minggu dapat memperparah penyakit yang diderita.
  • Sedangkan pada jenis dekongestan oral, dosis yang biasanya dianjurkan adalah 30 mg sebanyak 4-6 kali sehari (6-12 tahun) dan 60 mg sebanyak 4-6 kali sehari (12 tahun ke atas).

Menggunakan Dekongestan Dengan Benar

  • Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan produk dekongestan sebelum menggunakannya.
  • Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan  dekongestan pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.
  • Bagi pasien yang lupa menggunakan dekongestan, disarankan segera melakukannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Dekongestan

Sama seperti obat-obatan lain, penggunaan dekongestan juga bisa menyebabkan efek samping meskipun tergolong jarang. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Iritasi pada lapisan hidung
  • Mulut terasa kering
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Tremor atau gemetar
  • Merasa gelisah
  • Sulit buang air kecil (pada pria)
  • Sulit tidur
  • Ruam (reaksi alergi)
  • Jantung berdebar
  • Efek samping yang lebih serius seperti syok anafilaktik dan halusinasi juga bisa timbul walaupun kasus demikian sangat jarang terjadi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s