Daun Kenikir, Terapi Herbal Pilihan Utama untuk Penyakit Kronis

wp-1504757167974.

Daun Kenikir, Terapi Herbal Pilihan Utama untuk Penyakit Kronis

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

PENDAHULUAN

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan laporan kondisi global mengenai penyakit kronis dalam tahun 2008 mengakibatkan 63 persen kematian. Delapan puluh persen dari kematian itu terjadi di negara-negara berkembang. Penyakit kronis seperti kanker, diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar dan paling sering mengakibatkan kecacatan dan kematian1. Permasalahan ini akan menjadi lebih rumit karena tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah di Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan semakin mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan obat-obatan. Padahal Indonesia kaya akan keberagaman tanaman obat yang masih belum banyak dimanfaatkan dalam pengobatan medis. Terapi herbal telah lama digunakan sebelumnya baik oleh ahli pengobatan tradisional maupun tenaga medis modern untuk pengobatan atau pencegahan penyakit dan kesehatan1,2.

Perecelsus, seorang dokter, ahli kimia dan astrolog dari Swiss, mengatakan: “Seni penyembuhan berasal dari alam dan bukan dari dokter. Karena itu, dokter harus mulai dari alam dengan pikiran terbuka. Semua yang dibutuhkan manusia untuk kesehatan dan penyembuhan telah disediakan oleh Tuhan di alam, tantangan ilmu pengetahuan adalah menemukannya”. Hal inilah yang menginspirasi untuk mencari literatur ilmiah kedokteran untuk mengetahui manfaat dan khasiat tanaman obat herbal khususnya bagi penyakit kronis yang banyak terjadi di Indonesia. Dari sekian banyak tanaman obat yang ada di Indonesia, Cosmos Caudatus atau Daun Kenikir adalah salah satu tanaman obat yang masih belum banyak diperhatikan. Ternyata banyak penelitian ilmiah kedokteran menunjukkan bahwa efikasi dan efektifitas tanaman herbal ini sangat baik khususnya bagi penanganan dan pencegahan berbagai penyakit kronis. Tetapi hingga saat ini tampaknya hal itu masih belum banyak diketahui dan diperhatikan oleh masyarakat dan klinisi3,4.

Tujuan penulisan ini untuk mengungkapkan manfaat kesehatan dan komposisi kandungan Daun Kenikir berdasarkan literatur ilmiah yang ada untuk dapat digunakan sebagai terapi herbal pilihan utama untuk pencegahan atau pengobatan penyakit kronis terutama kanker, obesitas, diabetes mellitus, tekanan darah dan osteoarthritis.

Menurut the U.S. National Center for Health Statistics definisi penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung 3 bulan atau lebih. Penyakit kronis umumnya tidak dapat dicegah dengan vaksin, tidak dapat disembuhkan sempurna dengan pengobatan dan tidak hilang begitu saja. Delapan puluh delapan persen orang Amerika berusia di atas 65 tahun memiliki setidaknya satu kondisi kesehatan kronis. Perilaku merusak kesehatan terutama penggunaan tembakau, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan makan yang buruk merupakan penyakit utama penyakit kronis yang terjadi. Penyakit kronis sering menimbukan kecacatan dan timbulnya kematian. Delapan puluh delapan persen orang Amerika berusia di atas 65 tahun memiliki setidaknya satu kondisi kesehatan kronis. Penyakit kronis cenderung menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Penyakit kronis paling sering di Indonesia adalah osteoarthritis, penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kanker, diabetes, obesitas dan masalah kesehatan lainnya5.

Penyakit kronis non infeksi tersebut sangat membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. WHO menyatakan tingginya biaya pengobatan beberapa penyakit kronis ini membuat jutaan orang menjadi jatuh miskin1. Permasalahan ini akan menjadi lebih rumit di Indonesia karena tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat yang masih kurang baik. Keadaan itu diperparah dengan semakin mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan obat obatan. Dilain pihak Indonesia kaya akan keberagaman tanaman obat yang berpotensi tinggi serta tidak mahal tetapi masih belum banyak dimanfaatkan. Padahal terapi herbal telah banyak digunakan sebelumnya baik oleh ahli pengobatan tradisional maupun tenaga medis modern untuk pengobatan dan pencegahan penyakit dan kesehatan. Lingkungan alam Indonesia adalah salah satu lingkungan biologis yang paling beragam di dunia. Negara kepulauan Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau diperkirakan mempunyai sekitar 30.000 tanaman obat tradisional. Hutan tropis dan wilayah laut yang luas di kepulauan Indonesia masih belum dieksplorasi. Kekayaan alam itu menawarkan potensi untuk menemukan tanaman baru atau manfaat baru dari tanaman yang sudah dikenal2. Dari sekian banyak tanaman obat di Indonesia Daun Kenikir ternyata masih belum banyak diperhatikan sebagai tanaman obat yang sangat unggul dan di masa mendatang tampaknya akan menjadi obat herbal pilihan utama.

Kenikir atau Cosmos Caudatus atau Ulam Raja merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Amerika Latin, Amerika Tengah, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Spesies ini dibawa ke Asia Tenggara melalui Filipina oleh Spanyol. Kenikir adalah anggota dari Asteraceae. Daun kenikir yang masih muda dan pucuknya dapat digunakan untuk sayuran, dimakan mentah-mentah dan direbus lalap. Masyarakat Jawa sudah biasa menggunakan sebagai salah satu pelengkap pecel. Sayuran ini dapat ditemui di pasar-pasar. Tumbuhan ini dapat digunakan untuk penyedap dan merangsang nafsu makan. Spesies ini disebut ulam raja di Malaysia yang berarti salad raja. Kenikir adalah tumbuhan tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur. Tingginya dapat mencapai 1 m dan daunnya bertangkai panjang dan duduk daunnya berhadapan, sehingga terbagi menyirip menjadi 2-3 tangkai. Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada bongkol yang banyak terdapat di ujung batang dan pada ketiak daun-daun teratas, berwarna oranye berbintik-bintik kuning di tengah-tengahnya, dan bijinya berbentuk paruh. Tanaman obat ini tersebar di Amerika Tengah yang suhunya panas. Tanaman Kenikir menyukai iklim panas yang tak begitu lembab, tanah yang berpasir dan subur, tanah terbuka dan penyinaran matahari yang penuh. Di Indonesia, kenikir banyak ditanam di Jawa dan dataran rendah hingga pegunungan sampai ketinggian 1200 mdpl. Biasanya ditanam di sekitar rumah sebagai tanaman hias6.

Dalam melakukan penulisan artikel ini telah dilakukan penelusuran literatur ilmiah dengan database PubMed dan ScienceDirect untuk artikel yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir ini. Secara keseluruhan telah ditinjau sekitar 21 artikel terkait dengan manfaat dan kandungan Daun Kenikir. Semua penelitian itu menunjukkan bahwa Daun Kenikir sangat efektif bagi pencegahan dan pengobatan masalah kesehatan manusia. Peneliti telah melaporkan Daun Kenikir mempunyai khasiat farmakologi seperti efek anti-diabetes, sifat menurunkan tekanan darah, respon anti-inflamasi, efek perlindungan atau pembentukan tulang yang sehat, memperbaiki sirkulasi darah dan efek anti-mikroba3,4.

Beberapa penelitian nutrisi dan pengobatan medis telah menunjukkan bahwa Daun Kenikir adalah sumber senyawa bioaktif yang kaya termasuk fenolat, flavonoid, karbohidrat, protein, mineral dan berbagai vitamin yang meningkatkan nilai nutrisinya. Dalam dekade terakhir, ketertarikan pada manfaat obat dan nutrisi ramuan ini telah meningkat secara dramatis. Komposisi kandungan gizi Daun Kenikir secara umum, 100 g Daun Kenikir mengandung protein 2,9 g, 0,6 g karbohidrat, 0,4 g lemak, dan 93,1 g air, dan memberikan 18 kkal energi. Selain itu, Daun Kenikir juga kaya akan mineral dan vitamin. Tanaman obat ini mengandung 64,6 mg vitamin C, 3568 μg β-karoten, 0,13 mg vitamin B1, dan 0,24 mg vitamin B2 per 100 g sampel segar. Dalam hal komposisi mineral, ia memiliki 426 mg kalium, kalsium 270 mg, 37 mg fosfor, magnesium 50 mg, 4,6 mg besi, 0,9 g seng, natrium 4,0 mg, dan 0,2 g tembaga. Daun Kenikir ditemukan memiliki kandungan fenolik total yang tinggi (1274 ± 98 GAE mg / 100 g berat segar) dalam sistem aseton / air3,4.

Berbagai penelitian ilmiah kedokteran telah banyak melaporkan bahwa Daun Kenikir sebagai sumber senyawa bioaktif yang kaya antioksidan. Lebih dari dua puluh jenis bahan antioksidan telah diketahui pasti dalam Daun Kenikir. Bahan-bahan antioksidan yang utama disebabkan oleh adanya sejumlah proantosianidin, kuersetin glikosida, asam klorogenik, asam neoklorogenik, asam kripto-klorogenik, asam askorbat, catechin, quercetin dan sebagainya. Beberapa senyawa fitokimia telah dilaporkan untuk tanaman obat ini, dan sedikit penelitian telah dilakukan untuk mengetahui khasiat antioksidan dan kandungan fenolik total (TPC). Flavonoid adalah antioksidan yang efektif dan dapat melindungi dari beberapa penyakit kronis. Penelitian yang dikalukan Knekt P dkk menunjukkan bahwa risiko terjadinya gangguan beberapa penyakit kronis akan menurun pada kelompok orang dengan asupan flavonoid diet yang lebih tinggi. Peran antioksidan yang sangat penting terhadap perkembangan penyakit kronis. Daun Kenikir mempunyai kemampuan antioksidan (AEAC the Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity) yang amat tinggi, yaitu setiap 100 gram salad yang segar mempunyai kemampuan antioksidan yang sama dengan 2400 miligram asam askorbat. Kemampuan Daun Kenikir untuk mengurangi tekanan oksidatif mungkin sebagiannya terdiri daripada kandungan antioksidannya yang tinggi. Daun Kenikir mengandung zat kimia yang mengandung minyak atsiri, saponin dan flavonoida polifenol3,4,8,9,10,11,12.

Aktifitas anti diabetis Daun kenikir telah banyak diungkapkan beberapa penelitian. Sebuah studi terhadap tikus yang diberi ekstrak Daun Kenikir menunjukkan penurunan glukosa darah plasma yang signifikan dibandingkan dengan tikus kontrol setelah satu bulan suplemen ekstrak C. caudatus. Acarbose, penghambat alfa-glukosidase, banyak digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penghambatan amilase ringan bermanfaat. Sebuah studi lokal melaporkan bahwa ekstrak heksana Daun Kenikir memiliki aktivitas penghambatan alfa-glukosidase yang tinggi dengan penghambatan alfa-amilase rendah. Daun Kenikir berpotensi bermanfaat dalam mengobati hiperglikemia postprandial in vitro13,14,15,16.

Aktivitas anti-hipertensi pada Daun Kenikir juga telah dilaporkan oleh beberapa peneliti. Efek anti-hipertensi Daun Kenikir pada model tikus yang diobati dengan adrenalin dan diperlakukan dengan natrium klorida telah dilaporkan. Pada tikus yang diberi adrenalin, ekstrak ikan dengan dosis 500 mg / kg dan 1000 mg / kg Daun Kenikir ditunjukkan untuk menghambat peningkatan frekuensi detak jantung dan amplitudo volume stroke yang diinduksi oleh adrenalin. Hasil ini sebanding dengan obat anti-hipertensi standar 9 mg / kg dalam menurunkan kedua parameter tersebut. Pada tikus yang diobati dengan natrium klorida, pengobatan dengan 500 mg / kg dan 1000 mg / kg C. ekstrak air Daun Kenikir menghambat peningkatan amplitudo volume tak terklorinasi natrium. Efeknya setara dengan pengobatan obat hydrochlorothiazide dan captopril dalam menurunkan volume stroke. Pemberian 500 mg / kg dan 1000 mg / kg C. ekstrak air Daun Kenikir pada tikus meningkatkan volume gabungan setelah 24 jam, dan hasilnya sama baiknya dengan efek yang diberikan oleh 1,8 mg / kg furosemid. Hasil ini menunjukkan bahwa Daun Kenikir dapat menginduksi efek diuretik, yang menyebabkan penurunan tekanan darah. Loh dan Hadira (2011) melaporkan bahwa ekstrak diklorometan dari Daun Kenikir dapat secara moderat menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) secara in vitro. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi Daun Kenikir mirip penghambat ACE sintetis dalam mengurangi tekanan darah. Dengan demikian, Daun Kenikir dapat berfungsi sebagai agen anti-hipertensi17,18.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa Daun Kenikir mempunyai efek anti kanker yang kuat. Penelitian yang dilakukan Lotulung dkk menunjukkan daun kenikir mengandung senyawa yang memiliki daya antioksidan cukup tinggi. Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik atau jalur mitokondria. Pemacuan apoptosis merupakan salah satu cara penghambatan karsinogenesis. Abas dkk menyebutkan bahwa ekstrak metanolik daun kenikir mengandung flavonoid dan glikosida kuersetin. Ren dkk mengungkapkan senyawa flavonoid diketahui mampu menginduksi terjadinya apoptosis melalui penghambatan aktivitas DNA serta aktivasi endonuklease. Studi yang dilakukan Taraphdar dkk juga mengungkapkan bahwa kandungan Kuersetin dalam Daun Kenikir memiliki kemampuan menginduksi apoptosis sel kanker usus besar serta sel kanker leukemia dengan cara menstimulasi pelepasan sitokrom dari mitokondria. Pebriana dkk melakukan uji sitotoksik ekstrak metanolik Daun Kenikir terhadap sel kanker payudara. Berdasarkan hasil uji sitotoksik, ekstrak metanolik Daun Kenikir memiliki kadar anti kanker relatif tinggi terhadap sel kanker. Namun, pengamatan morfologi sel setelah perlakuan menunjukkan adanya fenomena kematian sel. Sel yang mati berbentuk bulat, tampak keruh dan mengapung. Ekstrak metanolik daun kenikir memiliki aktivitas dalam memacu kematian sel kanker melalui mekanisme apoptosis, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai antikanker dengan target aksi spesifik19,20,21,22.

Efek proteksi tulang pada Daun Kenikir juga telah banyak dilaporkan oleh beberapa peneliti. Penelitian menunjukkan bahwa sifat anti-oksidan bersama dengan kandungan kalsium Daun Kenikir bermanfaat untuk kesehatan tulang. Penelitian yang mengeksplorasi pengaruh Daun Kenikir pada histomorfometri tulang dinamis dan seluler pada tikus ovariektomi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kedua kelompok tikus ovariektomi yang diberi ekstrak air encer 500 mg / kg Daun Kenikir menghasilkan kadar kalsium 1% mencapai permukaan berlabel ganda yang lebih tinggi, peningkatan tingkat appositional mineral, peningkatan volume osteoid, dan nilai permukaan osteoblas yang lebih tinggi. Permukaan berlabel ganda yang tinggi mencerminkan proses mineralisasi tulang yang lebih baik dan tingkat appositional mineral yang tinggi mengindikasikan aktivitas osteoblastik yang sempurna. Selain itu, Daun Kenikir menunjukkan hasil yang lebih unggul dari kalsium 1% pada parameter volume osteoid. Peningkatan jumlah dan aktivitas osteoblas merangsang pembentukan tulang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Daun Kenikir memiliki potensi untuk membantu pembentukan tulang dalam penelitian hewan23,24.

Selain itu Daun Kenikir ternyata juga mempunya efek anti obesitas. Penelitian yang dilakukan Hafeedza dkk mengungkapkan bahwa Daun Kenikir efektif dalam mencegah kenaikan berat badan, massa lemak visceral, kadar Kolesterol Total, Trigliserid, LDL-c, insulin dan leptin dalam plasma. Selain itu, pengobatan dengan Daun Kenikir menghasilkan peningkatan ghrelin, adiponektin dan lemak tinja yang signifikan pada tikus kurus diberi suplementasi Daun Kenikir. Tes fungsi ginjal dan ginjal tidak menunjukkan tanda-tanda toksisitas yang disebabkan oleh 11 minggu pengobatan Daun Kenikir pada tikus. Efek anti-obesitas yang diamati dari tikus yang diberi suplementasi Daun Kenikir kemungkinan disebabkan oleh campuran senyawa bioaktif yang kompleks (catechin, chlorogenic acid, epicatechin, kaempferol, turunan rutin dan kuersetin) dan modulasi biomarker obesitas yang diukur. Hasil penelitian ini akan menjadikan dasar untuk penelitian Daun Kenikir di masa mendatang sebagai sumber produk alami yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat untuk pencegahan dan pengobatan obesitas dan penyakit metabolik lainnya pada manusia25,26.

Obat-obatan herbal untuk saat ini dan di masa depan akan lebih banyak diminati di dunia berkembang terutama Indonesia. Tetapi Daun Kenikir masih belum dikenal secara luas dan belum banyak digunakan. Sejauh ini tampaknya Daun Kenikir belum diproduksi secara masal sebagai produk konsumen di Indonesia. Daun Kenikir tidak hanya murah, tapi juga memiliki efek samping minimal, akseptabilitas budaya lebih baik dan kompatibilitas dengan tubuh manusia lebih bagus. Melihat manfaat dan kandungan Daun Kenikir yang sangat menjanjikan bagi kesehatan manusia khususnya dalam penanganan dan pencegahan penyakit kronis maka tidak heran peningkatan perhatian dan penelitian dunia kedokteran internasional meningkat sangat dramatis. Hal ini seharusnya harus diikuti oleh peningkatan perhatian masyarakat awam dan para klinisi di Indonesia bahwa Daun Kenikir adalah salah satu tanaman obat yang sangat mengagumkan tersebut di masa datang dapat dijadikan terapi herbal pilihan utama untuk penyakit kronis. Potensi kehebatan Daun Kenikir bagi kesehatan tersebut sangat menjanjikan untuk dijadikan komoditas ekonomi dengan memproduksi masal sebagai terapi herbal pilihan. Meski penelitian tentang manfaat penggunaan Daun Kenikir sebagai pengobatan penyakit kronis sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian tentang kualitas, biomolekular, keamanan, dan efikasi Daun Kenikir masih harus terus dilakukan lebih mendalam.

PENUTUP

Manfaat kesehatan dan komposisi kandungan Daun Kenikir berdasarkan literatur ilmiah yang sangat mengagumkan itu dapat digunakan sebagai terapi herbal pilihan utama untuk pencegahan atau pengobatan penyakit kronis terutama kanker, obesitas, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi dan osteoarthritis. Meski terapi herbal telah banyak diperhatikan dan digunakan di Indonesia sebagai pengobatan tetapi manfaat Daun kenikir dalam mencegah dan menanganai penyakit kronis masih belum banyak diketahui dan digunakan sebagai pengobatan. Potensi Daun Kenikir yang sangat luarbiasa bagi kesehatan manusia itu diharapkan menjadi inspirasi oleh para pengusaha untuk dijadikan produk kemasan obat herbal yang sampai saat ini masih belum pernah dipasarkan di Indonesia,

DAFTAR PUSTAKA

  1. Steve Amber. VOA Indonesia. WHO: Penyakit Kronik, Penyebab Utama Kematian di Dunia . https://www.voaindonesia.com/a/penyakit-kronik-penyebab-utama-kematian-dunia-121735089/93151.html. Diakses pada 12/05/2011
  2. Shi-Hui Cheng, Mohd Yusof Barakatun-Nisak, Joseph Anthony,and Amin Ismail. Potential medicinal benefits of Cosmos caudatus (Ulam Raja): A scoping review. J Res Med Sci. 2015 Oct; 20(10): 1000–1006.
  3. Bunawan H, Baharum SN, Bunawan SN, Amin NM, Noor, NM Cosmos caudatus Kunth: A traditional medicinal herb. Global J Pharm. 2014;8:420–6.
  4. Medical Definition of Chronic disease. http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=33490 . Diakses pada tanggal : 5/13/2016
  5. Indonesian Herbal, The Tradisional Therapy. Departemen Perdagangan Replubik Indonesia. http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2012/12/08/herbal-id0-1354952594.pdf. Diakses pada tanggal 28 Desember 2012.
  6. Wikipedia Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kenikir. Diakses pada tanggal 13/5/2017
  7. Knekt P, Kumpulainen J, Järvinen R, Rissanen H, Heliövaara M, Reunanen A, et al. Flavonoid intake and risk of chronic diseases. Am J Clin Nutr. 2002;76:560–8.
  8. Shui G, Leong LP, Wong SP. Rapid screening and characterisation of anti-oxidants of Cosmos caudatus using liquid chromatography coupled with mass spectrometry. J Chromatogr B Analyt Technol Biomed Life Sci. 2005;827:127–38
  9. Abas, F., Shaari, K., Lajis, N.H., Israf, D.A., dan Kalsom, Y.U., Antioxidative and radical scavenging properties of the constituents isolated from Cosmos caudatus Kunth., Prod. Sciences, 9(4), 245-248.
  10. Ahmed Mediani, Faridah Abas, Alfi Khatib and Chin Ping Ta Cosmos Caudatus as a Potential Source of Polyphenolic Compounds: Optimisation of Oven Drying Conditions and Characterisation of Its Functional Properties. Molecules 2013, 18, 10452-10464
  11. Reihani S, Azhar M. Anti-oxidant activity and total phenolic content in aqueous extracts of selected traditional Malay salads (Ulam) Int Food Res J. 2012;19:1439–44.
  12. Ajaykumar TV, Anandarajagopal K, Sunilson JA, Arshad A, Venkateshan N. Anti–inflammatory activity of Cosmos Caudatus. Int J Univers Pharm bio Sci. 2012;1:40–8.
  13. Cheng SH, Ismail A, Anthony J, Ng OC, Hamid AA, Yusof BN. Effect of Cosmos caudatus (Ulam raja) supplementation in patients with type 2 diabetes: Study protocol for a randomized controlled trial. BMC Complement Altern Med.2016 Feb 27;16:84.
  14. Cheng SH, Ismail A, Anthony J, Ng OC, Hamid AA, Barakatun-Nisak MY . Eight Weeks of Cosmos caudatus (Ulam Raja). Supplementation Improves Glycemic Status in Patients with Type 2 Diabetes: A Randomized Controlled Trial. Evid Based Complement Alternat Med. 2015:405615.
  15. Meng S, Cao J, Feng Q, Peng J, Hu Y. Roles of chlorogenic acid on regulating glucose and lipids metabolism: A review. Evid Based Complement Alternat Med. 2013;2013:1–11.
  16. Loh SP, Hadira O. In vitro inhibitory potential of selected Malaysian plants against key enzymes involved in hyperglycemia and hypertension. Malays J Nutr. 2011;17:77–86.
  17. Amalia L, Anggadiredja K, Sukrasno, Fidrianny I, Inggraini R. Anti-hypertensive potency of wild Cosmos leaf extract. J Pharmacol Toxicol. 2012;7:359–68.
  18. Perumal V, Hamid AA, Ismail A, Saari K, Abas F, Ismail IS, et al. Effect of Cosmos caudatus kunth leaves on the lipid profile of a hyperlipidemia-induced animal model. J Food Chem Nutr. 2014;2:43–51
  19. Pebriana, RB., Wardhani, BWK., Widayanti, E., Wijayanti, NLS., Wijayanti, TR., Riyanto, S., Meiyanto, E., Pengaruh Ekstrak Metanolik Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) Terhadap Pemacuan Apoptosis Sel Kanker Payudara,Pharmacon, Vol. 9, No. 1, Juni 2008, 21-26.
  20. Ren, W., Qiao, Z., Wang, H., Zhu, L., Zhang, L., 2003, Flavonoids: Promising Anticancer Agents,Medicinal Research Reviews, 23 (4), 519-534
  21. Taraphdar, Amit, K., Madhumita, Roy, dan Bhattacharya, R.K., 2001, Natural products as inducers of apoptosis : Implication for cancer therapy and prevention,Current Science, 80(11), 1391
  22. Dai J, Mumper RJ. Plant phenolics: Extraction, analysis and their anti-oxidant and anti-cancer properties. Molecules. 2010;15:7313–52.
  23. Mohamed N, Sahhugi Z, Ramli ES, Muhammad N. The effects of Cosmos caudatus (ulam raja) on dynamic and cellular bone histomorphometry in ovariectomized rats. BMC Res Notes. 2013;6:239.
  24. Mohamed N, Gwee Sian Khee S, Shuid AN, Muhammad N, Suhaimi F, Othman F, et al. The Effects of Cosmos caudatus on structural bone histomorphometry in ovariectomized rats. Evidence-based Complement Altern Med 2012. 2012 817814
  25. Rahman HA, Sahib NG, Saari N, Abas F, Ismail A, Mumtaz MW, Hamid AA. Anti-obesity effect of ethanolic extract from Cosmos caudatus Kunth leaf in lean rats fed a high fat diet. MC Complement Altern Med. 2017 Feb 22;17(1):122.
  26. . Aoki F, Honda S, Kishida H, Kitano M, Arai N, Tanaka H, Yokota S, Nakagawa K, Asakura T, Nakai Y, Mae T. Suppression by licorice flavonoids of abdominal fat accumulation and body weight gain in high-fat diet-induced obese C57BL/6J mice. Biosci Biotechnol Biochem. 2007;71:206–214. doi: 10.1271/bbb.60463.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s