Penanganan Terkini Diabetes Melitus

wp-1505624840846.Penanganan Terkini Diabetes Melitus

Diabetes melitus yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari: defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya, defisiensi transporter glukosa atau keduanya.

Glukosa adalah bukan gula biasa yang umum tersedia di toko atau pasar. Glukosa adalah karbohidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu).[3] Yang bukan glukosa akan diubah sebagian menjadi glukosa melalui proses yang bisa panjang tergantung jenisnya, karenanya mungkin tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Buah selain memiliki glukosa juga memiliki fruktosa dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung buahnya. Sukrosa termasuk cepat berubah menjadi glukosa, tetapi gula batu karena proses pembuatannya berbeda lebih baik dari gula pasir, sedangkan gula aren dan gula jawa jauh lebih baik bagi penderita diabetes.

Kadar glukosa pada darah dikendalikan oleh beberapa hormon. Hormon adalah zat kimia di dalam badan yang mengirimkan tanda pada sel-sel ke sel-sel lainya. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Ketika makan, pankreas membuat insulin untuk mengirimkan pesan pada sel-sel lainnya di tubuh. Insulin ini memerintahkan sel-sel untuk mengambil glukosa dari darah. Glukosa digunakan oleh sel-sel untuk pembuatan energi. Glukosa yang berlebih disimpan dalam sel-sel sebagai glikogen. Pada saat kadar gula darah mencapai tingkat rendah tertentu, sel-sel memecah glikogen menjadi glukosa untuk menciptakan energi.

Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes melitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram, leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme dan lain-lain.

Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda.

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikiemia kronik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Dalam praktik sehari-hari DM tipe 2 yang paling sering ditemui, sehingga pembahasan lebih banyak difokuskan pada DM tipe 2.

wp-1505621972851.

  • Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah hilangnya berat badan, polyuria (sering berkemih), polydipsia (sering haus), dan polyphagia (sering lapar). Gejala-gejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.
  • Beberapa tanda-tanda lainnya dan gejala-gejalanya dapat menunjukkan adanya diabetes, meskipun hal ini tidak spesifik untuk diabetes. Mereka adalah pandangan yang kabur, sakit kepala, fatigue, penyembuhan luka yang lambat, dan gatal-gatal. Tingginya tingkat glukosa darah yang lama dapat menyebabkan penyerapan glukosa pada lensa mata, yang menyebabkan perubahan bentuk, dan perubahan ketajaman penglihatan. Sejumlah gatal-gatal karena diabetes dikenal sebagai diabetic dermadromes.

wp-1505622029732.

Kriteria diagnosis DM :

  • Gejala kalsik DM + glukosa plasma sewaktu ≥ 200mg/dl
  • Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa (tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam) ≥ 126 mg/dL
  • Glukosa plasma 2 jam pada TTGO ≥ 200 mg/dl
  • Hasil pemeriksaan laboratorium terdahulu meliputi : glukosa darah, A1C, dan hasil permeriksaan khusus yang terkait DM.
  • Pola makan, status nutrisi, dan riwayat perubahan berat badan
  • Riwayat tumbuh kembang pada pasien anak/dewasa muda
  • Pengobatan yang pernah diperoleh sebelumnya secara lengkap, termasuk terapi gizi medis dan penyuluhan yang telah diperoleh tentang perawatan DM secara mandiri, serta kepercayaan yang diikuti dalam bidang terapi kesehatan
  • Pengobatan yang sedang dijalani, termasuk obat yang digunakan, perencanaan makan dan program latihan jasmani.
  • Riwayat komplikasi akut (ketoasidosis diabetic, hiperosmolar hiperglikemia, dan hipoglikemia)
  • Riwayat infeksi sebelumnya, terutama infeksi kulit, gigi, dan traktus urogenitalis serta kaki
  • Gejala dan riwayat pengobatan komplikasi kronik (komplikasi pada ginjal,jantung, susunan saraf, mata, saluran pencernaan dll.)
  • Pengobatan lain yang mungkin berpengaruh terhadap glukosa darah
  • Faktor risiko: merokok, hipertensi, riwayat penyakit jantung koroner, obesitas, dan riwayat penyakit keluarga (termasuk penyakit DM dan endokrin lain)
  • Riwayat penyakit dan pengobatan diluar DM
  • Pola hidup, budaya, psikososial, pendidikan, dan status ekonomi
  • Kehidupan seksual, penggunaan kontrasepsi, dan kehamilan

Pemeriksaan Fisik

  • Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang
  • Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah, termasuk jari
  • Pemeriksaan funduskopi
  • Pemeriksaan rongga mulut dan kelenjar tiroid
  • Pemeriksaan jantung
  • Evaluasi nadi, baik secara palpasi maupun dengan stetoskop
  • Pemeriksaan kulit (acantosis nigrican dan bekas tempat penyuntikan insulin) dan pemeriksaan neurologis
  • Pengukuran tekanan darah, termasuk pengukuran tekanan darah dalam posisi berdiri untuk mencari kemungkinan adanya hipotensi ortostatik, serta ankle brachial index (ABI), untuk mencari kemungkinan penyakit pembuluh darah arteri tepi
  • Tanda-tanda penyakit lain yang dapat menimbulkan DM tipe lain

Pemeriksaan Penunjang

  • Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial
  • HbA1C
  • Profil lipid pada keadaan puasa (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida)
  • Kreatinin serum
  • Albuminuria
  • Keton, sedimen, dan protein dalam urin
  • Elektrokardiogram
  • Foto sinar x dada

Diagnosis Banding

  • Hiperglikemia reaktif, Pre diabetes

wp-1505622079130.

Nonfarmakologis

  • Edukasi
  • Terapi gizi medis
  • Kebutuhan kalori
  1. Farmakologis

Indikasi Pemberian Insulin

Indikasi Mutlak :

  • DM Tipe 1

Indikasi Relatif :

  • Gagal mencapai target dengan penggunaan kombinasi OHO dosis optimal (3-6 bulan) DM Tipe 2 rawat jalan dengan :
  1. Kehamilan
  2. Infeksi paru (tuberkulosis)
  3. Kaki diabetik terinfeksi
  4. Fluktuasi glukosa darah yang tinggi
  5. Riwayat ketoasidosis berulang
  6. Riwayat pankreatektomi

KOMPLIKASI

  • Semua bentuk diabetes meningkatkan risiko komplikasi dalam jangka panjang. Hal ini berkembang setelah 10-20 tahun, tetapi bisa saja gejala pertama muncul pada mereka yang belum terdiagnosis selama waktu tersebut.

  • Ketoasidosis diabetik (KAD), status hiperglikemia hiperosmolar (SHH), hipoglikemi, retinopati, nefropati, neuropati, penyakit kardiovaskular.
  • Komplikasi utama jangka panjang adalah rusaknya pembuluh darah. Penderita diabetes dua kali lebih berisiko untuk mendapat penyakit kardiovaskular[ dan sekitar 75 persen kematian akibat diabetes disebabkan oleh penyakit jantung korner. Penyakit pembuluh besar lainnya adalah stroke, dan penyakit pembuluh darah tepi (peripheral vascular disease).
  • Komplikasi pembuluh darah mikro akibat diabetes termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan syaraf. Kerusakan pada mata dikenal sebagai diabetic retinopathy, yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada retina, dan dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan secara berangsur dan akhirnya buta. Kerusakan pada ginjal dikenal sebagai diabetic nephropathy, dapat menimbulkan parut, kehilangan protein, dan kadang-kadang mengalami ginjal kronis, yang kadang-kadang memerlukan dialisa atau transplantasi ginjal. Kerusakan pada syaraf dikenal sebagai diabetic neuropathy, yang biasanya merupakan komplikasi utama dari diabetes. Gejala-gejalnya dapat meliputi numbness, tingling, nyeri, dan sensasi nyeri lainnya, yang bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Diabetic foot (seperti diabetic foot ulcers) mungkin timbul, dan sulit untuk ditangani, kadang-kadang memerlukan amputasi. Sebagai tambahan, proximal diabetic neuropathy menyebabkan nyeri pada muscle wasting dan menjadi lemah.
  • Terdapat hubungan antara berkurangnya kognitif dengan diabetes. Dibandingkan mereka yang tanpa diabetes, penderita diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 hingga 1.6 kali lebih besar.

PROGNOSIS

  • Diabetes menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun (1,7 -5,2% kematian di dunia)

Daftar Pustaka

  • PERKENI. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. 2011.
  • The Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Report of The Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, Jan 2003;26(Suppl. 1 )
  •  Current Treatment in Internal Medicine 2000. Jakarta, 11-12 November 2000:185-99.
  • World Health Organization Department of Noncommunicable Disease Surveillance (1999). “Definition, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus and its Complications” (PDF).
  • ^ “What is glucose? What does “bG” mean?” (HTML). FAQS.ORG. Diakses tanggal 2009-02-10.
  • ^ “Neurodegenerative disorders associated with diabetes mellitus”. Department of Clinical Nutrition, German Institute for Human Nutrition; Ristow M. Diakses tanggal 2010-06-29.
  • ^ “(Pre)diabetes, brain aging, and cognition”. Division of Geriatrics, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of São Paulo-RP; S Roriz-Filho J, Sá-Roriz TM, Rosset I, Camozzato AL, Santos AC, Chaves ML, Moriguti JC, Roriz-Cruz M. Diakses tanggal 2010-06-29.

wp-1496274016370.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s