Foto Dan Gambar : Tanda dan gejala Penyakit Kawazaki pada Anak

wp-1465091167216.jpg

Penyakit Kawasaki pertama kali dideskripsikan pada tahun 1967oleh Tomisaku Kawasaki, seorang dokter anak dari Jepang. Penyakit ini jarang terjadi, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, seringkali penegakan diagnosis penyakit Kawasaki terlewatkan. Bahkan, pada beberapa kasus, penyakit ini baru diketahui pada tahap yang sudah parah. Pada saat tahun 1967  penyakit ini dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit kawasaki. Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.

TANDA DAN GEJALA

  1. Demam. Fase akut diawali dengan suhu tubuh yang mendadak tinggi, bisa mencapai 41oC. Biasanya demam bersifat turun naik, menetap selama 5 hari atau lebih, walaupun telah diberi obat penurun demam.
  2. Bercak-bercak merah di badan yang mirip seperti bercak-bercak pada campak.
  3. Mata merah, tetapi tidak berair atau berlendir.
  4. Bibir berwarna merah, kering, dan pecah-pecah.
  5. Lidah dan selaput lendir berwarna merah stroberi (“Strawberry tongue”)
  6. Kemerahan pada telapak tangan dan kaki, biasanya disertai dengan sedikit bengkak.
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya pada leher, dan hanya mengenai 1 sisi.
  8. Beberapa anak dapat mengeluh rasa nyeri pada sendi.
  9. Tahap penyembuhan terjadi pengelupasan kulit daerah ujung jari tangan dan kaki.

Pediatrics, Kawasaki disease. Note the appearance...

Pediatrics, Kawasaki disease. Note the appearance of the hand and lips. Photo courtesy of Sam Richardson, MD.

BAYI DENGAN KAWAZAKI

 

 

Fase Akut (10 hari pertama )

Enam gelaja diagnostik

  1. Demam tinggi mendadak, tidak respon dengan antibiotika, dapat     berlangsung 1-2 minggu bahkan bisa 4-5 minggu. Dalam 2-5 hari demam    gejala lain akan muncul.
  2. Konjunctivitis bilateral tanpa eksudat.
  3. Bibir merah terang kemudian pecah dan berdarah, lidah merah (strawberry tongue) dan eritema difus pada rongga mulut dan faring.
  4. Edema yang induratif dan kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki, kadang terasa nyeri.
  5. Eksantema berbagai bentuk (polimorfik), dapat di wajah , badan dan ektremitas. Sering menyerupai urtikaria dan gatal, dapat seperti makula dan papula sehingga menyerupai campak.
  6. Pembesaran kelenjer getah bening leher (cervikal) dijumpai sekitar 50% penderita, hampir selalu bersifat unilateral dan berukuran > 1,5 cm.

 

 

Tanda dan gejala lain yang mungkin dijumpai :

  • Piuria steril (pada 60% kasus)
  • Gangguan fungsi hepar ( 40%)
  • Artritis sendi besar (30%) dapat juga sendi kecil
  • Meningitis aseptik (25%)
  • Nyeri perut dengan diare (20%)
  • Hidrops kandung empedu dengan ikterus (10%)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s